Jumat, 18 Mei 2012

BIOEKOLOGI NYAMUK Anopheles PADA BEBERAPA KETINGGIAN AIR GENANGAN SAWAH


BIOEKOLOGI NYAMUK Anopheles PADA BEBERAPA KETINGGIAN AIR GENANGAN SAWAH YANG DITANAMI PADI VARIETAS CIHERANG DI KABUPATEN TABALONG, KALIMANTAN SELATAN

Anang Kadarsah1, Oski Illiandri2, Supriyadi3
1PS Biologi FMIPA UNLAM, Jl. A. Yani km 35,8 Banjarbaru. Email : anangfmipa@gmail.com
2Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran UNLAM, Jl. A. Yani km 35,5 Banjarbaru.
3BTKL PPM Kelas I Banjarbaru Jl. Mistar Cokrokusumo No. 1 Banjarbaru

ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian mengenai bioekologi nyamuk anopheles pada beberapa ketinggian air genangan sawah yang ditanami padi varietas ciherang di kabupaten tabalong, kalimantan selatan. Ditemukan 6 spesies nyamuk anopheles yaitu An. Indifinitus, An. Subpictus, An. Tesellatus, An. Maculatus, An. Kochi, An. Umbrosus. Nyamuk An. Kochi, dan An. Umbrosus dominan pada setiap lokasi pengambilan sampel. Puncak kepadatan nyamuk diperoleh pada saat awal musim tanam pada bulan April 2008 dengan curah hujan tertinggi sebesar 288 milimeter, sedangkan kepadatan jentik nyamuk sebanyak 20 ekor per cidukan. Analisis data menunjukkan bahwa curah hujan akan menurunkan kepadatan nyamuk An. indifinitus di Desa Jaro Atas (IJA), meningkatkan kepadatan nyamuk An. umbrosus di Jaro Atas (UJA) dan kepadatan jentik nyamuk di Jaro Atas dan Jaro Bawah (JA&JB). Sedangkan pengaturan ketinggian genangan air sawah di Jaro Atas (TAJA) ternyata menurunkan kepadatan Anopheles indifinitus (IJA), namun menambah kepadatan jentik nyamuk (JA). Di sisi lain, pengaturan ketinggian genangan air di Jaro Bawah (TAJB) berkorelasi dengan penurunan kepadatan Anopheles indifinitus di Desa Jaro Atas (IJA). Selain itu, curah hujan berpengaruh terhadap pola pengaturan ketinggian genangan air sawah baik di Jaro Atas (TAJA) maupun Jaro Bawah (TAJB).

Kata kunci : anopheles, malaria, jaro, bioekologi, sawah