BIOEKOLOGI
NYAMUK Anopheles
PADA BEBERAPA
KETINGGIAN
AIR GENANGAN SAWAH
YANG DITANAMI PADI
VARIETAS CIHERANG DI KABUPATEN TABALONG,
KALIMANTAN SELATAN
Anang
Kadarsah1,
Oski Illiandri2,
Supriyadi3
2Bagian
Anatomi Fakultas Kedokteran UNLAM,
Jl. A. Yani km 35,5 Banjarbaru.
3BTKL
PPM Kelas I Banjarbaru Jl. Mistar Cokrokusumo No. 1 Banjarbaru
ABSTRAK
Telah
dilakukan penelitian mengenai bioekologi
nyamuk anopheles
pada beberapa ketinggian air genangan sawah yang ditanami padi
varietas ciherang di kabupaten tabalong, kalimantan selatan.
Ditemukan 6 spesies nyamuk anopheles yaitu An.
Indifinitus,
An.
Subpictus,
An.
Tesellatus,
An.
Maculatus,
An. Kochi,
An.
Umbrosus.
Nyamuk An.
Kochi, dan
An.
Umbrosus dominan
pada setiap lokasi pengambilan sampel. Puncak
kepadatan nyamuk diperoleh pada saat awal musim tanam pada bulan
April 2008 dengan curah hujan tertinggi sebesar 288 milimeter,
sedangkan kepadatan jentik nyamuk sebanyak 20 ekor per cidukan.
Analisis data menunjukkan bahwa curah hujan akan menurunkan kepadatan
nyamuk An.
indifinitus
di Desa Jaro Atas (IJA), meningkatkan kepadatan nyamuk An.
umbrosus
di Jaro Atas (UJA) dan kepadatan jentik nyamuk di Jaro Atas dan Jaro
Bawah (JA&JB). Sedangkan pengaturan ketinggian genangan air
sawah di Jaro Atas (TAJA) ternyata menurunkan kepadatan Anopheles
indifinitus
(IJA), namun menambah kepadatan jentik nyamuk (JA). Di sisi lain,
pengaturan ketinggian genangan air di Jaro Bawah (TAJB) berkorelasi
dengan penurunan kepadatan Anopheles
indifinitus
di Desa Jaro Atas (IJA). Selain itu, curah hujan berpengaruh
terhadap pola
pengaturan ketinggian genangan air sawah baik di Jaro Atas (TAJA)
maupun Jaro Bawah (TAJB).
Kata
kunci : anopheles,
malaria, jaro, bioekologi, sawah
selengkapnya lihat yang berikut ini!